Imigrasi Bitung Proses Hukum Tiga WN Filipina, Satu Dideportasi

Mereka diduga melanggar Pasal 119 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011

Jumat, 26 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bitung menangani dugaan tindak pidana keimigrasian yang melibatkan empat warga negara (WN) Filipina yang diduga masuk dan berada di wilayah Indonesia tanpa dokumen perjalanan maupun izin tinggal yang sah.(Kolase Foto dan Insert Foto Kakanwil Ditjen Imigrasi Sulut)

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bitung menangani dugaan tindak pidana keimigrasian yang melibatkan empat warga negara (WN) Filipina yang diduga masuk dan berada di wilayah Indonesia tanpa dokumen perjalanan maupun izin tinggal yang sah.(Kolase Foto dan Insert Foto Kakanwil Ditjen Imigrasi Sulut)

BITUNG, Pilarportal.comKantor Imigrasi Kelas II TPI Bitung menangani dugaan tindak pidana keimigrasian yang melibatkan empat warga negara (WN) Filipina yang diduga masuk dan berada di wilayah Indonesia tanpa dokumen perjalanan maupun izin tinggal yang sah.

Keempat WN Filipina tersebut masing-masing berinisial PLC (21), CJ (22), MJGN (19), dan RTL (16). Penanganan kasus ini merupakan bagian dari penguatan pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian di wilayah Sulawesi Utara.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara, Ramdhani, menjelaskan kasus tersebut bermula saat keempat warga negara Filipina datang ke Kantor Imigrasi Bitung untuk mendaftarkan diri sebagai subjek Person of Filipinos Descent (PFDs).

“PFDs merupakan fasilitas keimigrasian bagi keturunan Filipina yang telah lama menetap di Sulawesi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi identitas melalui Konsulat Jenderal Filipina, dipastikan mereka bukan subjek PFDs,” ujar Ramdhani didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bitung,  Ruri Roesman, Jumat (26/6/2026).

Hasil pemeriksaan menunjukkan keempat warga negara Filipina tersebut baru sekitar empat bulan berada di Kota Bitung dan bekerja sebagai nelayan.

BACA JUGA  Dirjen Imigrasi Lantik Pejabat Baru, Perkuat Tata Kelola dan Integritas Layanan

Berdasarkan keterangan saksi serta barang bukti yang diperoleh penyidik, mereka diduga melanggar Pasal 119 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian karena masuk dan berada di wilayah Indonesia tanpa dokumen perjalanan dan izin tinggal yang masih berlaku.

Imigrasi Bitung kemudian melakukan penyidikan terhadap tiga orang berinisial PLC, CJ, dan MJGN. Sementara seorang lainnya, RTL, dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa deportasi karena masih berusia di bawah umur.

Ramdhani mengatakan penanganan perkara tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko untuk memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing di Indonesia.

“Kami berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian secara profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku guna menjaga keamanan wilayah serta melindungi kepentingan nasional,” tegasnya.

Melalui penanganan kasus ini, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bitung menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap orang asing sebagai bagian dari upaya menjaga tertib administrasi keimigrasian dan mendukung stabilitas keamanan di wilayah Sulawesi Utara.

BACA JUGA  Kanwil Ditjen Imigrasi Sulut Salurkan Hewan Kurban untuk Warga di Iduladha 1447 H

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

Tragedi Drag Race Kotamobagu, Kapolda Pastikan Hukum Berjalan
Kalapas Bitung Panen Terong, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Optimal
Bapas Manado Gandeng TNI, Polri, dan Pemda Perkuat Pendampingan Klien Pemasyarakatan
Buron Kasus Penganiayaan di Bahu Ditangkap Polsek Malalayang, Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan
Bapas Manado Terima Lima Klien Pidana Pengawasan dari Kejari Minut
Open Ship KRI Bima Suci Digelar di Bitung Mulai 13 Hingga 17 Juli 2026
Kortas Tipikor Polri Dapat Dukungan DPR Usut Korupsi Batu Bara
Diduga Masuk Secara Ilegal, Dua WN Filipina Diserahkan KODAERAL VIII ke Imigrasi Sulut

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:39

Tragedi Drag Race Kotamobagu, Kapolda Pastikan Hukum Berjalan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:17

Kalapas Bitung Panen Terong, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Optimal

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:54

Bapas Manado Gandeng TNI, Polri, dan Pemda Perkuat Pendampingan Klien Pemasyarakatan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:45

Buron Kasus Penganiayaan di Bahu Ditangkap Polsek Malalayang, Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:10

Bapas Manado Terima Lima Klien Pidana Pengawasan dari Kejari Minut

Berita Terbaru