Pilarportal.com, Manado – Sukacita memenuhi Jemaat Gereja Bala Keselamatan Korps IV Manado dalam ibadah kesucian Minggu pertama Tahun 2026 yang dilayani oleh Letkol Jones Kasaedja bersama Letkol Mariam Barani, Minggu (4/1/2026).
Dalam ibadah tersebut, bacaan Alkitab diambil dari Kejadian 1:3–5 dan Matius 5:14–16, yang menekankan makna terang dalam kehidupan orang percaya.
Letkol Jones Kasaedja dalam penyampaian firman Tuhan menjelaskan bahwa kedua bacaan tersebut menggambarkan awal mula terciptanya terang. Ia mengajak jemaat membayangkan bagaimana kehidupan jika terang tidak diciptakan terlebih dahulu.
“Allah berfirman dan terang itu jadi. Terang dipisahkan dari gelap. Dari sini kita melihat betapa pentingnya terang bagi kehidupan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dalam Matius 5:14–16, Yesus secara tegas menyatakan, “Kamu adalah terang dunia,” yang menggambarkan kekudusan Kristus yang seharusnya terpancar melalui hidup orang percaya.
Firman Tuhan juga menegaskan bahwa bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar.
Dalam suasana penuh keakraban dan sukacita, Letkol Kasaedja sempat berkelakar mengenai penyebutan nama Yesus.
Menurutnya, menyebut Yesus hendaknya dengan penuh penghormatan, yakni Tuhan Yesus, atau lebih lengkap lagi Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat dunia.
Yesus, lanjutnya, mengajarkan agar setiap orang percaya menjadi terang di mana pun berada dan menjadi saluran terang bagi sesama.
Gereja sebagai tubuh Kristus memiliki fungsi penting sebagai terang dunia, dan setiap murid Kristus wajib memancarkan terang melalui sikap, langkah hidup, dan tutur kata.
“Sampaikan keluhan-keluhan kita kepada Tuhan, bukan di media sosial, karena hanya Tuhan yang sanggup menolong,” pesannya kepada jemaat.
Ia juga menegaskan bahwa orang lain akan melihat perbuatan baik melalui hidup orang percaya, sehingga memuliakan Tuhan. Pernyataan “kamu adalah terang” berarti jemaat bersama-sama dibentuk untuk menjadi saksi Kristus.
Dalam refleksinya, Letkol Kasaedja mengajak jemaat untuk bertanya kepada diri sendiri: apakah terang itu sudah terpancar dalam pikiran, perilaku, dan perkataan?
“Hidup tanpa terang tidak memiliki arti apa-apa. Terang yang terpancar dalam hidup kita akan membuat orang melihat kemuliaan Tuhan,” tegasnya.
Ia menutup khotbah dengan penegasan bahwa kekristenan tidak boleh meniru kegelapan, melainkan harus memancarkan terang melalui karakter Kristus. Bukan kita yang mempengaruhi dunia, tetapi Kristuslah yang bekerja melalui hidup kita.
“Kita adalah surat pujian yang terbuka, sehingga orang lain dapat melihat sumber terang itu nyata dalam hidup kita,” pungkasnya.
Ibadah ditutup dengan pujian “Yesus Menginginkan Daku”, yang menguatkan komitmen jemaat untuk terus bersinar bagi Tuhan di mana pun berada.












