Pilarportal.com, Minsel – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terus memantau persoalan Stunting atau kekurangan asupan gizi pada anak-anak dan pada
Meneruskan program tersebut pemerintah desa Tumaluntung Satu menggelar kegiatan aksi sosialisasi pencegahan Stunting pada Kamis (07/09).
Menurut hukum tua setempat Deni Rumondor, perhatian sekaligus ada ancaman terhadap kualitas manusia Indonesia, juga daya saing Bangsa. Dimana anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan perkembangan otak.
“Berbagai kegiatan strategis penurunan Stunting dilaksanakan pada 2022 dan 2023 di Minsel. Diantaranya forum diskusi dan workshop peduli tentang remaja dan edukasi stunting, berfokus sasaran resiko,” ujarnya.
Ditambahkan, pemerintah juga memberikan edukasi disetiap kegiatan kerja (kader posyandu dan kader PKK).
“Sosialisasi menggunakan waktu luang yang diperuntukkan bagi ibu-ibu PKK. Melalui kegiatan ini, semakin memahami tugas dan saling bersinergi, menyamakan persepsi, mengolaborasikan program dan kegiatan sehingga menghasilkan progress penanganan stunting”, ucap Rumondor.
Hadir, camat Tareran Hizkia Kondoj bersama ibu yang juga adalah narasumber, hukum tua desa Tumaluntung Satu Deni Rumondor bersama ketua TP PKK desa Vivi Sekeon, sekretaris desa Alvon R. Keresung dan juga narasumber dari Puskesmas Tareran.
(Stevie)







