Kunker Ketua BULD DPD RI, SBANL: UU HKPD Belum Ada PP dan Pengaruhi PAD

Kamis, 9 Februari 2023

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Pilarportal.com, –  Ketua Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI Ir. Stefanus B.A.N Liow, MAP mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kamis (09/02/2023).

Kunjungan kerja tersebut, dalam rangka Dialog (Komunikasi) BULD DPD RI dengan pemangku kepentingan di daerah bertemakan “Tindak Lanjut Daerah Dalam Penyusunan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasca berlakunya UU HKPD”.
Ketua BULD DPD RI Ir. Stefanus B. A. N Liow, M.A.P., mengatakan pada intinya bahwa dengan diberlakukannya UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD) yang bertujuan menciptakan alokasi sumber daya nasional yang efektif dan efisien serta mengatur tata kelola hubungan keuangan yang adil, selaras, dan akuntabel serta membuka ruang untuk terwujudnya peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan desentralisasi fiskal, serta membangun sinergi antara pemerintah daerah.

Namun, dalam prakteknya ternyata menemui beberapa permasalahan dan kendala. UU HKPD melakukan pengklasifikasian kembali jenis pajak baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk memberikan ruang fiskal yang lebih luas kepada daerah melalui sumber pendapatan (revenue) dari sektor pajak, dan melakukan sinkronisasi kebijakan fiskal antara pusat dan daerah.

Yang tercermin dari berbagai kebijakan di antaranya adalah kewenangan melakukan pengawasan dan evaluasi tarif oleh pemerintah pusat, evaluasi Rancangan Perda dan Perda Pajak dan Retribusi, dan penetapan target penerimaan pajak dan retribusi dalam APBD.

Senator Stefanus Liow menjelaskan DPD RI melalui Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) sebagai alat kelengkapan yang memiliki tugas melakukan pemantauan dan evaluasi rancangan peraturan daerah dan peraturan daerah, telah  melakukan inventarisasi awal terhadap isu-isu serta berbagai tantangan dan kendala dalam mengimplementasikan UU HPKD tersebut.

Menurur Koordinator Tim Penyusun Renstra DPD RI Periode 2019-2024 ini, melalui berbagai masukan yang konstruktif dari Pemda, DPRD, akademisi dan stakholder lainnya dapat membantu BULD DPD RI dalam memperoleh bahan yang kemudian akan dianalisis dalam rangka laporan hasil pemantauan ranperda dan perda.

Acara yang dibuka Gubernur Sumatera Barat diwakili Sekda Drs. H.  Hansastri, Ak,MM menghadirkan  narasumber dalam dialog di Sumbar, yaitu Akademisi Universitas Andalas Mantan Staf Ahli Mendagri RI Dr. Hamdani, MM, M.Si, Ak, CA, CIPSAS, CRGP, CFrA, ACPA, Akademi sebagai Tenaga Ahli DPRD Provinsi Sumbar Dr Hengki Andora, SH, LLM, dan Kabid Retribusi Bapemda Provinsi Sumbar Yusta Noverison, S.Kom., MM.

Dari paparan narasumber, tanggapan anggota BULD dan peserta yang hadir,  maka dapat diambil kesimpulan bahwa berlakunya UU HKPD di daerah, masih menimbulkan permasalahan dan kendala, terutama berkaitan dengan belum adanya Peraturan Pemerintah sebagai payung hukum pembentukan peraturan daerah yang mengatur tentang pajak dan retribusi daerah.

Selain itu, berlakunya UU HKPD juga akan mempengaruhi PAD Provinsi, terutama dengan pemberlakukan Opsen PKB dan BBNKB, maka pada Pemerintah Provinsi akan berpotensi mengalami penurunan PAD, sementara pada Kabupaten/Kota akan berpotensi mengalami peningkatan.

Oleh karena itu, perlu koordinasi dan komitmen antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pemungutan Opsen.

Selanjutnya, untuk menjamin kepastian hukum dalam pemungutan pajak dan retribusi daerah sebagai tindak lanjut atas berlakunya UU HKPD, maka daerah harus segera mempersiapkan penyusunan peraturan daerah sambil menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah.

“Menghadapi permasalahan tersebut, sesuai dengan fungsi dan kewenangan yang dimiliki, BULD DPD RI mendorong pemerintah pusat untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah  dan Peraturan Menteri (Permendagri, Permenkeu, Permen ESDM, Permen PUPR), sebagai turunan dari  UU HKPD. (DRO)

Berita Terkait

Demo Pedagang Pasar Bersehati Dikawal Ketat Polisi, 300 Massa Bergerak
PLN Pastikan Listrik Stabil, Agenda Nasional PIKI-UNKRIT di Poso Berjalan Lancar
RS ODSK Sulut Berhasil Lakukan Operasi Perdana Tumor Usus Besar
Hari Anak Nasional 2026, LPP Kelas IIB Manado Serahkan Pengurangan Masa Pidana kepada Anak Binaan
Wakapolri Tinjau SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Cetak Generasi Pemimpin Indonesia Emas 2045
Wakapolda Sulut Buka Diktukba Polri 2026, 62 Calon Bintara Siap Tempuh Pendidikan
Polri dan Interpol RRT Tukar Buronan, Tiga WN China Dipulangkan dan Satu WNI Diserahkan
Kapolri dan Panglima TNI Perkuat Soliditas, Tegaskan Komitmen Jaga NKRI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:12

Demo Pedagang Pasar Bersehati Dikawal Ketat Polisi, 300 Massa Bergerak

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:27

PLN Pastikan Listrik Stabil, Agenda Nasional PIKI-UNKRIT di Poso Berjalan Lancar

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:35

RS ODSK Sulut Berhasil Lakukan Operasi Perdana Tumor Usus Besar

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:50

Hari Anak Nasional 2026, LPP Kelas IIB Manado Serahkan Pengurangan Masa Pidana kepada Anak Binaan

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:51

Wakapolri Tinjau SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Cetak Generasi Pemimpin Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Exit mobile version