PLN UID Suluttenggo Bentuk Tim Taruna Reaksi Cepat, Bersama Badan Geologi, BPBD dan Basarnas

Selasa, 11 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PLN - Tim TRC PLN UID Suluttenggo melakukan simulasi pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas dan henti jantung dengan melakukan kombinasi antara pijat luar jantung dan pemberian bantuan pernafasan untuk menghidupkan kembali korban dan mencegah kematian biologis dengan menjaga mekanisme kerja jantung dan paru-paru korban.

PLN - Tim TRC PLN UID Suluttenggo melakukan simulasi pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas dan henti jantung dengan melakukan kombinasi antara pijat luar jantung dan pemberian bantuan pernafasan untuk menghidupkan kembali korban dan mencegah kematian biologis dengan menjaga mekanisme kerja jantung dan paru-paru korban.

Pilarportal.com, Manado – PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo) membentuk Tim Taruna Reaksi Cepat (TRC) dan menggelar pelatihan terpadu bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Pemantauan Gunung Api & Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi Maluku dan Basarnas di Kantor PLN UID Suluttenggo, Senin (10/2/2025).

Pelatihan yang diikuti oleh 38 anggota Tim TRC yang tersebar diseluruh Unit di wilayah kerja PLN UID Suluttenggo bertujuan untuk membangun kompetensi Sumber Daya Manusia dalam menghadapi bencana, serta meningkatkan efektivitas dalam penanggulangan bencana.

Selain itu, pelatihan ini juga untuk memperkuat koordinasi antar lembaga terkait seperti BPBD, Basarnas dan lainnya.

General manager PLN UID Suluttenggo Atmoko Basuki menyampaikan bahwa Tim TRC dibentuk sebagai bagian dari mitigasi terhadap potensi terjadinya situasi tanggap darurat bencana.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa Tim TRC PLN memiliki kompetensi yang mumpuni dan siap memberikan respons cepat serta efektif ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” tutur Atmoko.

BACA JUGA  Libur Idul Adha 1445 H, PLN Siagakan 1.470 SPKLU Layani Kendaraan Listrik di Berbagai Daerah

“PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik yang andal, tetapi juga berperan aktif dalam keadaan tanggap darurat bencana sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan,” tambah Atmoko.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya. Juliana D. J. Rumambi, ST, Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi Maluku, memberikan materi terkait Disaster Management.

Sementara itu, Danny Repi, S.IK, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda dari BPBD Provinsi Sulawesi Utara, mengisi sesi Quick Response Disaster, dan Novry Wullur, Rescuer Terampil dari Basarnas Sulawesi Utara, mengajarkan keterampilan Medical First Responder.

– Disaster Management – Materi ini membahas tentang manajemen bencana, termasuk cara-cara mitigasi risiko, pengelolaan sumber daya, serta strategi penanggulangan bencana geologi.

– Quick Response Disaster –Peserta dilatih untuk merespons kejadian bencana dalam waktu singkat dengan prosedur yang tepat untuk meminimalisir kerusakan dan korban. Materi ini mencakup teknik-teknik evakuasi darurat, koordinasi antar lembaga, dan langkah-langkah penyelamatan yang harus dilakukan setelah bencana.

BACA JUGA  Idul Adha Berbagi, PLN Distribusikan Daging Kurban ke Seluruh Indonesia

– Medical First Responder – Mengajarkan keterampilan pertolongan pertama medis kepada peserta, seperti penanganan korban bencana yang membutuhkan perawatan medis segera. Materi ini mencakup cara melakukan CPR, menangani luka, serta stabilisasi kondisi korban sebelum evakuasi medis dilakukan. Peserta dilatih untuk memberikan pertolongan pertama yang dapat menyelamatkan nyawa korban dalam situasi darurat.

Juliana D J Rumambi, ST Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku mengapresiasi Langkah PLN dalam membentuk Tim TRC dan melakukan pelatihan secara terpadu.

“PLN memiliki peran yang sangat penting yaitu ketika terjadi bencana Geologi diantaranya memulihkan akses kelistrikan yang terputus akibat bencana dan berkolaborasi dengan masyarakat dan stakeholder lain dalam melakukan penanggulangan awal saat bencana terjadi, serta memberikan bantuan peralatan pendukung kelistrikan terhadap sarana prasarana vital yang harus tetap berfungsi disaat terjadi bencana, misalnya bantuan genset untuk objek vital Pos PGA yang sedang erupsi,” tambah Juliana.

Selain pemaparan materi, dalam kegiatan ini juga dilakukan simulasi langsung mengenai cara memberikan pertolongan pertama pada korban bencana. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan Tim TRC PLN serta seluruh pihak terkait

BACA JUGA  PIKK PLN UP3 Palu Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Tatura

Berita Terkait

Gubernur Yulius Selvanus Tegaskan Perubahan APBD Sulut Harus Berdampak bagi Rakyat
I Gusti Bagus: Wartawan Adalah Mitra Imigrasi
Pangdam Mirza Ajak Media Perkuat Sinergi dan Sebarkan Informasi Positif
Pemprov Sulut Salurkan 18.200 Liter Air Bersih ke Manado Tua
Imigrasi Sulut Perketat Pengawasan WNA di Likupang dan Pulau Bangka
1.119 Titik Panas Terdeteksi di Sulut, Gubernur Yulius Selvanus Perintahkan Siaga Karhutla
KPK Dorong Komunikasi Publik di Sulut Jadi Senjata Cegah Korupsi
HUT ke-81 RI, 1.874 Warga Binaan di Sulut Terima Remisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 08:05

Gubernur Yulius Selvanus Tegaskan Perubahan APBD Sulut Harus Berdampak bagi Rakyat

Selasa, 1 September 2026 - 12:37

I Gusti Bagus: Wartawan Adalah Mitra Imigrasi

Selasa, 1 September 2026 - 11:13

Pangdam Mirza Ajak Media Perkuat Sinergi dan Sebarkan Informasi Positif

Selasa, 1 September 2026 - 06:47

Pemprov Sulut Salurkan 18.200 Liter Air Bersih ke Manado Tua

Selasa, 1 September 2026 - 06:23

Imigrasi Sulut Perketat Pengawasan WNA di Likupang dan Pulau Bangka

Berita Terbaru