MANADO, Pilarportal.com – SMK Negeri 1 Manado resmi melepas 480 siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 dalam acara pelepasan yang digelar di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kabid SMK Dinas Pendidikan Daerah Sulut Vecky Pangkerego, S.Pd., M.Pd., mewakili Kadisdikda Sulut Dr. Femmy J. Suluh, M.Si., kepala sekolah, dewan guru, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Vecky Pangkerego menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan di SMKN 1 Manado.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, lulusan SMK memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan lulusan SMA karena telah dibekali keterampilan dan pengalaman kerja.
“Pertama, siswa SMK wajib menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan. Kedua, ada Uji Kompetensi Keahlian yang hanya dimiliki SMK,” ujar Vecky.
Ia menjelaskan, Uji Kompetensi Keahlian (UKK) menjadi indikator penting kemampuan siswa karena hasilnya hanya terdiri dari kategori kompeten dan tidak kompeten.
“Sebanyak 480 siswa ini sudah dinyatakan kompeten dan itu menjadi salah satu syarat utama kelulusan,” katanya.
Vecky juga mengungkapkan bahwa sebagian lulusan SMKN 1 Manado telah direkrut oleh dunia usaha dan dunia industri sebelum resmi lulus sekolah.
Bahkan, kata dia, salah satu alumni SMKN 1 Manado saat ini telah menjabat sebagai General Manager Hotel Aryaduta.
“Kalau sudah kompeten berarti mereka siap bersaing di dunia kerja. SMKN 1 Manado menjadi salah satu sekolah tujuan karena jumlah siswanya paling banyak di Kota Manado,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Vecky turut memaparkan sejumlah program pemerintah untuk lulusan SMK, termasuk program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang berhasil meloloskan 120 siswa.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga kembali membuka program magang ke Jepang khusus lulusan SMK.
“Rekrutmen magang Jepang akan dibuka lagi bulan Mei ini untuk para alumni,” ungkapnya.
Vecky juga menyoroti minimnya minat generasi muda untuk menjadi guru produktif di SMK.
“Saat saya tanya siapa yang ingin jadi guru, tidak ada yang mengacungkan tangan. Ini menjadi tanda awas karena SMK saat ini kekurangan guru produktif,” katanya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar mengisi tracer study enam bulan setelah lulus sebagai bahan evaluasi pemerintah terkait penyerapan lulusan di dunia kerja.
Menanggapi kebijakan pembatasan penggunaan telepon genggam di sekolah yang dikeluarkan Gubernur Sulut, Vecky menilai kebijakan tersebut berdampak positif terhadap interaksi sosial siswa.
“Anak-anak sekarang jadi lebih banyak berinteraksi dan kebijakan ini mendapat apresiasi dari Gubernur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Manado Telly O.A Ticoalu, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan.
“Ini menjadi kebanggaan bagi orang tua atas kelulusan anak-anak mereka. Terima kasih kepada seluruh siswa yang telah menimba ilmu di SMKN 1 Manado,” ucap Telly.
Acara pelepasan berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh lulusan serta guru.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : Yudi Mintalangi























Komentar