Lokasi Akibat Longsor Diperbaiki, Warga Sumompo: Terimakasih  BPJN Sulut

Pilarportal.com – Manado – Akibat Banjir dan tanah longsor yang terjadi di Manado, Jumat pagi (27/1) menyebabkan lima orang meninggal dunia.

Dimana rinciannya, satu orang meninggal dunia akibat banjir, dan empat orang lainnya meninggal akibat longsor.

Tercatat, bukan hanya itu, 400 rumah yang tersebar di 34 desa/kelurahan dan 9 kecamatan terendam banjir yang terjadi sejak Jumat (27/1). Banjir dengan tinggi muka air yang antara 80-300 sentimeter itu berdampak pada 3.013 KK atau 9.382 jiwa.

Diketahui  peristiwa tanah longsor juga berdampak pada 63 KK dan terbagi di beberapa titik yang tersebar di 22 desa/kelurahan dan 7 kecamatan. Rumah rusak ada sebanyak 53 unit termasuk 1 tempat ibadah.

Semua pihak, baik instansi pemerintah,swasta,TNI,Polri langsung bergerak cepat memberikan bantuan langsung maupun melalui perantara.

Tak terkecuali, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara  langsung menurunkan tim ke titik-titik lokasi yang terdampak tanah longsor.

Terpantau wartawan,  Minggu (29/1) Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio M.K, ST,.MT dan tim  melaksanakan monitoring dan evaluasi di sekitar ruas jalan yang longsor di Kelurahan Sumompo  Lingkungan III.

“Saya minta agar pengerjaan dilakukan sekarang, walaupun masih darurat, setidaknya bisa mencegah longsor yang lebih parah,” ujar Kabalai kala itu dihadapan staf.

Sementara itu, Mario warga Lingkungan III Kelurahan Sumompo saat ditemui dirumahnya yang berlokasi persis di lembah perbaikan akibat longsor, Minggu (12/2) mengungkapkan terimakasih kepada BPJN Sulut yang sudah memperbaiki lokasi longsor dan mengalihkan aliran air.

“Saya berterimakasih kepada BPJN Sulut, walaupun masih darurat yang dikerjakan tetapi sudah sangat menolong, harapan kami kedepannya pengerjaan di lokasi longsor akan dibuat permanen,”ungkap Mario.(yud)