Manado, Pilarportal.com – 11 Maret 2026 — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado kembali menghadirkan program sosial Light Up The Dream (LUTD) bagi masyarakat prasejahtera. Melalui program tersebut, PLN mewujudkan akses listrik mandiri bagi 31 keluarga secara gratis dalam rangka berbagi keberkahan di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Program ini merupakan inisiatif para pegawai PLN yang secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilannya. Dana yang terkumpul kemudian dikelola bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN untuk membantu masyarakat yang selama ini belum memiliki sambungan listrik sendiri atau masih bergantung pada tetangga karena keterbatasan ekonomi.
General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun mengatakan bahwa program tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial insan PLN terhadap masyarakat.
Menurutnya, listrik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memastikan listrik bukan hanya menjadi komoditas, tetapi juga menjadi jembatan kesejahteraan. Melalui program Light Up The Dream, para pegawai PLN secara sukarela berbagi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Usman.
Ia berharap dengan adanya sambungan listrik mandiri, para penerima bantuan dapat merasakan manfaat yang lebih besar dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk aktivitas rumah tangga, pendidikan anak, maupun kegiatan ekonomi keluarga.
Prosesi penyalaan listrik dilakukan langsung di rumah pelanggan oleh Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PT PLN UID Suluttenggo Maman Sulaeman, didampingi Manager PT PLN UP3 Manado Revi Aldrian bersama jajaran manajemen Unit Layanan Pelanggan (ULP).
Maman Sulaeman menjelaskan bahwa dari total 31 keluarga penerima manfaat, sebanyak 11 pelanggan telah dinyalakan pada tahap awal program penyalaan serentak tersebut.
“Kami berharap dengan adanya listrik mandiri, anak-anak dapat belajar dengan lebih baik pada malam hari dan keluarga juga memiliki peluang untuk mengembangkan usaha kecil dari rumah,” jelas Maman.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Manado Revi Aldrian menegaskan bahwa program Light Up The Dream merupakan wujud semangat gotong royong yang terus dijaga oleh insan PLN.
Menurutnya, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan akses energi bagi masyarakat di wilayah kerja PLN.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan listrik hanya karena kendala biaya penyambungan. Listrik merupakan kebutuhan dasar untuk kehidupan yang lebih layak,” kata Revi.
Salah satu penerima bantuan, Susanti, warga Desa Wori, mengaku sangat bersyukur setelah rumahnya akhirnya memiliki sambungan listrik mandiri. Selama bertahun-tahun ia harus berbagi listrik dengan tetangga karena keterbatasan biaya pemasangan.
“Selama ini saya hanya menumpang listrik dari tetangga. Sekarang berkat bantuan PLN, rumah saya sudah punya meteran sendiri. Terima kasih kepada PLN yang telah membantu kami,” ungkapnya haru.
Melalui program Light Up The Dream, PLN menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses listrik bagi masyarakat yang membutuhkan. Perusahaan berharap semakin banyak keluarga prasejahtera di Sulawesi Utara dapat merasakan manfaat listrik yang aman, mandiri, dan berkelanjutan.
