Wakil Ketua II MRP Apresiasi Keberhasilan Satgas Ops Damai Cartenz 2025

Selasa, 18 Maret 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) dari Kelompok Kerja (Pokja) Adat, Max Abner Ohee

Pilarportal.com, Jayapura – Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) dari Kelompok Kerja (Pokja) Adat, Max Abner Ohee, yang juga menjabat sebagai Ketua Barisan Merah Putih (BMP RI-Papua) Provinsi Papua,

Menyampaikan apresiasi kepada Polri atas keberhasilan Satgas Ops Damai Cartenz-2025 dalam mengungkap jaringan pemasok senjata api dan amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Dalam pernyataannya pada Senin (17/3) di Kota Raja, Kota Jayapura, Wakil Max Abner Ohee menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan langkah nyata dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat Papua dari ancaman KKB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami mengapresiasi kerja keras Satgas Ops Damai Cartenz-2025 yang bekerja sama dengan Polda Papua, Polda Papua Barat, Polda Jawa Timur, dan Polda DIY.

“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa aparat keamanan terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua,” ujar Max Ohee.

Ia berharap Satgas Ops Damai Cartenz-2025 terus bekerja dengan dedikasi tinggi demi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif bagi seluruh masyarakat Papua.

Satgas Ops Damai Cartenz-2025 merupakan satuan tugas yang dibentuk Polri untuk menangani gangguan keamanan di Papua, khususnya terkait aktivitas KKB.

Aparat keamanan terus melakukan langkah strategis guna memastikan stabilitas dan keamanan di wilayah Tanah Papua.

SEKILAS

Operasi Damai Cartenz (sebelumnya Operasi Nemangkawi), adalah sebuah operasi gabungan yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menumpas pemberontak separatis bersenjata di Papua.

Menurut Kapolda Papua, Mathius Fakhiri, saat ini terdapat enam kelompok separatis aktif yang sebagian besar berada di dataran tinggi Papua.

 Sementara ada dua kelompok yang menjadi kurang aktif atau pensiun setelah Operasi Nemangkawi.

Faksi Tinggi Nambut di bawah pimpinan Goliath Tabuni dikalahkan pada bulan Oktober 2018, dan 10 orang anggotanya berhasil ditundukkan oleh Polisi.

Goliath Tabuni pindah ke Distrik Gome dan diduga telah pensiun. Faksi Lanny Jaya di bawah pimpinan Purom Wenda menjadi kurang aktif setelah operasi Polisi di Distrik Balingga dan markasnya di Kali Mau.

Beberapa anggota kelompok ini keluar dan “kembali” ke Indonesia.

Berita Terkait

Meski Aksi Buruh Diundur, Polda Sulut Tetap Kerahkan Pengamanan Maksimal
Santunan Korban Kecelakaan Kereta Api Bekasi Tuntas: Ini Rinciannya
Aksi Nyata Brimob Polda Sulut! Jembatan Rusak di Minahasa Kini Kokoh, Akses Warga Kembali Lancar
Kecelakaan Maut Bekasi: 14 Tewas, Korlantas Gunakan Teknologi Canggih Ungkap Detik-Detik Tabrakan
Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Masih Berjalan, RS Bhayangkara Terima 10 Jenazah
Rakernis Kortastipidkor Polri 2026 Dibuka, Kapolri Tekankan Penguatan Pemberantasan Korupsi
Tragedi KRL Bekasi, Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Meninggal
Polda Sulut Bahas Implementasi KUHP dan KUHAP Baru Lewat FGD

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 09:44 WITA

Meski Aksi Buruh Diundur, Polda Sulut Tetap Kerahkan Pengamanan Maksimal

Kamis, 30 April 2026 - 07:41 WITA

Santunan Korban Kecelakaan Kereta Api Bekasi Tuntas: Ini Rinciannya

Rabu, 29 April 2026 - 21:24 WITA

Kecelakaan Maut Bekasi: 14 Tewas, Korlantas Gunakan Teknologi Canggih Ungkap Detik-Detik Tabrakan

Rabu, 29 April 2026 - 20:48 WITA

Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Masih Berjalan, RS Bhayangkara Terima 10 Jenazah

Rabu, 29 April 2026 - 20:37 WITA

Rakernis Kortastipidkor Polri 2026 Dibuka, Kapolri Tekankan Penguatan Pemberantasan Korupsi

Berita Terbaru

Exit mobile version