Meutya Hafid: Kerja Jurnalistik Harus Dihormati di Tengah Konflik Gaza

Rabu, 20 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid

JAKARTA, Pilarportal.com – Menkomdigi Meutya Hafid mengecam tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza.

Pemerintah Indonesia saat ini terus memantau perkembangan situasi serta memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan tersebut.

Meutya Hafid mengatakan, Kemkomdigi mendukung langkah diplomatik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk memastikan keselamatan seluruh WNI dalam rombongan Global Sumud Flotilla 2.0.

“Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut,” ujar Meutya Hafid, Selasa (19/5/2026).

Dalam rombongan misi kemanusiaan itu terdapat sejumlah jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Menkomdigi mengaku prihatin atas kondisi para jurnalis Indonesia yang berada di wilayah konflik. Ia menegaskan keselamatan insan pers harus menjadi perhatian utama dalam situasi kemanusiaan seperti saat ini.

“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza,” ungkapnya.

Menurut Meutya, jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada publik dunia. Karena itu, kerja jurnalistik harus dihormati dan diberikan ruang aman di tengah konflik.

Berdasarkan informasi dari Kemlu RI, sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan dilaporkan ditahan. Beberapa kapal yang disebut antara lain Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Hingga kini, kapal yang membawa jurnalis Indonesia masih belum dapat dihubungi. Status awak kapal juga belum diketahui secara pasti.

Kemlu RI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah perlindungan serta percepatan pemulangan WNI apabila diperlukan.

Pemerintah Indonesia berharap seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan dalam misi tersebut dapat segera diketahui kondisinya dan kembali dalam keadaan selamat.

“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan,” pungkas Menkomdigi.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW- 24799)

Editor : Yudi Mintalangi

Berita Terkait

Imigrasi Perketat Pengawasan Orang Asing, Tindak 17.597 Pelanggaran
Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai Rp180 Triliun
Kanwil Imigrasi Sulut Ikut Bahas RUU Keimigrasian, Dorong Regulasi Adaptif
Konsistensi Data IRSMS, Satlantas Polres Minahasa Ukir Prestasi Nasional
Prabowo dan Presiden FIFA Bahas Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Prabowo Bahas Tata Kelola Gambut dan Strategi Pencegahan Karhutla Bersama Pakar
Presiden Prabowo Dorong Pendidikan Negeri Gratis hingga Perguruan Tinggi
Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:32

Imigrasi Perketat Pengawasan Orang Asing, Tindak 17.597 Pelanggaran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:37

Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai Rp180 Triliun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:03

Kanwil Imigrasi Sulut Ikut Bahas RUU Keimigrasian, Dorong Regulasi Adaptif

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:05

Konsistensi Data IRSMS, Satlantas Polres Minahasa Ukir Prestasi Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:24

Prabowo dan Presiden FIFA Bahas Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!