Kemlu RI Gunakan Jalur Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Israel

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:51 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang.(Foto Antara)

JAKARTA, Pilarportal.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan pemerintah terus mengupayakan pembebasan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah menggunakan seluruh jalur diplomasi untuk mempercepat proses pembebasan dan pemulangan para WNI tersebut.

“Kami akan menggunakan seluruh kanal diplomasi yang tersedia untuk terus melindungi dan mengupayakan pembebasan para WNI,” ujar Yvonne, Kamis (21/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemlu RI bersama sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri terus memantau kondisi para WNI dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Pemerintah juga memastikan akses konsuler, dukungan medis jika diperlukan, hingga proses pemulangan dapat berjalan aman dan tanpa hambatan.

Menurut Yvonne, perlindungan terhadap warga negara menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia dalam situasi tersebut.

“Kami terus melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan dan proses pemulangan WNI dapat dilakukan secepatnya,” katanya.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga disebut telah berkomunikasi dengan sejumlah negara sahabat seperti Turki dan Yordania.

Negara-negara tersebut diketahui memiliki warga yang ikut dalam misi pelayaran kemanusiaan menuju Jalur Gaza.

Kemlu RI juga membuka komunikasi dengan tim hukum serta sekretariat Global Sumud Flotilla guna mendukung proses pembebasan para relawan.

Sebelumnya, Kemlu RI mengonfirmasi sembilan WNI ikut ditangkap setelah kapal-kapal bantuan kemanusiaan dicegat pasukan Israel.

Di antara para WNI tersebut terdapat tiga jurnalis media nasional yang sedang menjalankan tugas peliputan kemanusiaan di Gaza.

Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Pemerintah Indonesia mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal bantuan kemanusiaan dan menangkap para relawan internasional, termasuk warga negara Indonesia.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW- 24799)

Editor : Yudi Mintalangi

Berita Terkait

Presiden Prabowo Minta Warga Rekam Oknum Aparat Nakal dan Lapor Langsung
Menkum: 83 Ribu Posbankum Jadi Garda Keadilan Restoratif di Desa
Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR
Meutya Hafid: Kerja Jurnalistik Harus Dihormati di Tengah Konflik Gaza
Jasa Raharja Gandeng Korlantas dan Komunitas Driver Perkuat Budaya Keselamatan Lalu Lintas
Kemnaker Gandeng Unpad Perkuat SDM Unggul dan Link and Match Dunia Kerja
Program Istana untuk Anak Sekolah 2026, Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Belajar Langsung di Istana Kepresidenan
Menkomdigi: Keselamatan Jurnalis di Tengah Konflik Harus Jadi Prioritas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:51 WITA

Kemlu RI Gunakan Jalur Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Israel

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:45 WITA

Presiden Prabowo Minta Warga Rekam Oknum Aparat Nakal dan Lapor Langsung

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:35 WITA

Menkum: 83 Ribu Posbankum Jadi Garda Keadilan Restoratif di Desa

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:17 WITA

Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:39 WITA

Meutya Hafid: Kerja Jurnalistik Harus Dihormati di Tengah Konflik Gaza

Berita Terbaru

Pendidikan

Pangdam Mirza Lantik 354 Prajurit Muda di Secata Rindam Bitung

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:20 WITA

Exit mobile version