Ulang Tahun ke-70, Yasonna Luncurkan Buku Biografi Politik

Minggu, 28 Mei 2023

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Pilarportal.com — Jakarta – Bertepatan di hari ulang tahun yang ke-70, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly, meluncurkan buku “Biografi Politik 70 Tahun Yasonna H. Laoly: Anak Kolong Menjemput Mimpi”. Buku biografi politik ini ditulis cukup komprehensif, dengan penekanan pada jejak-langkah Yasonna H. Laoly sebagai politisi dan pejabat pemerintahan.

Yasonna mengisahkan ihwal penyusunan buku biografi yang terdiri dari tujuh bab ini dibuat atas inisiasi sahabatnya Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah. Hal tersebut disampaikan Basarah saat keduanya usai menghadiri sidang terbuka promosi Doktor Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di Universitas Padjadjaran, Bandung, 28 Januari 2023.

“Berawal dari pertanyaan beliau tentang apa rencana saya pada peringatan ulang tahun ke-70 nanti, lalu saya menjawab tidak ada acara khusus kecuali syukuran bersama keluarga, anak dan cucu,” ujar Yasonna di Graha Pengayoman Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, lanjut Yasonna, Basarah bertanya lagi, “Sebagai seorang politisi, akademisi, dan eksekutif di pemerintahan, Bang Laoly sangat layak saat memasuki usia 70 tahun untuk menulis buku tentang pemikiran dan perjalanan perjuangan politiknya,” ujarnya menirukan ucapan Basarah.

Akhirnya disusunlah buku biografi ini secara tematis dan kronologis. Mulai dari kehidupan masa kecil dan remaja Yasonna H. Laoly di Sibolga, Tapanuli Tengah, kemudian sebagai akademisi, politisi, hingga memimpin Kemenkumham.

Presiden Republik Indonesia kelima sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Prof. DR. (H.C.) Megawati Soekarnoputri yang hadir dalam kesempatan ini turut berbahagia atas launching buku biografi Yasonna H. Laoly.

“Mari kita kembali pada norma-norma ideologi bangsa. Mengikuti ketatanegaraan kita, (karena) sudah jelas sumber dari segala perundangan itu adalah Pancasila, implementasinya adalah Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Megawati.

Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani banyak mengisahkan tentang kebersamaannya bersama Yasonna H. Laoly semasa dirinya menjabat sebagai menteri dalam kabinet pemerintahan.

“Banyak hal yang saya bersama-sama dengan Bang Laoly, dan menteri-menteri kabinet yang berasal dari PDIP, memperjuangkan sesuatu bukanlah hal yang mudah, dinamika naik turun. Seperti misalnya memperjuangkan hari kelahiran Pancasila,” kata Puan.

Sedangkan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Bambang Soesatyo mengatakan bahwa Yasonna H. Laoly ini bukanlah lelaki biasa.

“Pak Laoly bukan politisi biasa, melainkan juga sebagai akademisi, guru besar, dan penyanyi. Istimewa, karena sebagai akademisi kebijakan-kebijakannya pasti memiliki bobot yang berbeda bila dibandingkan dengan politisi atau birokrat biasa,” ucap pria yang akrab disapa Bamsoet ini.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang turut hadir mengaku bahwa dirinya kurang layak untuk memberi sambutan mewakili jajaran menteri dalam kabinet.

“Saya belum cukup lama berinteraksi dengan Pak Laoly. Namun kita banyak kesamaan, yaitu sama-sama berlatar belakang aktivis dan dosen, sehingga frekuensinya sama, kemudian responsif, mudah diajak bekerja sama, dan paham betul menangani masalah kenegaraan,” kata Muhadjir.

Biografi politik ini diterbitkan Penerbit Buku Kompas dan disusun oleh tim penulis yang dikoordinasi Imran Hasibuan. Setelah acara peluncuran hari ini, cetakan pertama buku ini akan didiskusikan di sejumlah kampus di tanah air, serta akan didistribusikan di jaringan toko buku Gramedia. dan menteri-menteri kabinet yang berasal dari PDIP, memperjuangkan sesuatu bukanlah hal yang mudah, dinamika naik turun. Seperti misalnya memperjuangkan hari kelahiran Pancasila,” kata Puan.

Sedangkan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Bambang Soesatyo mengatakan bahwa Yasonna H. Laoly ini bukanlah lelaki biasa.

“Pak Laoly bukan politisi biasa, melainkan juga sebagai akademisi, guru besar, dan penyanyi. Istimewa, karena sebagai akademisi kebijakan-kebijakannya pasti memiliki bobot yang berbeda bila dibandingkan dengan politisi atau birokrat biasa,” ucap pria yang akrab disapa Bamsoet ini.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang turut hadir mengaku bahwa dirinya kurang layak untuk memberi sambutan mewakili jajaran menteri dalam kabinet.

“Saya belum cukup lama berinteraksi dengan Pak Laoly. Namun kita banyak kesamaan, yaitu sama-sama berlatar belakang aktivis dan dosen, sehingga frekuensinya sama, kemudian responsif, mudah diajak bekerja sama, dan paham betul menangani masalah kenegaraan,” kata Muhadjir.

Biografi politik ini diterbitkan Penerbit Buku Kompas dan disusun oleh tim penulis yang dikoordinasi Imran Hasibuan. Setelah acara peluncuran hari ini, cetakan pertama buku ini akan didiskusikan di sejumlah kampus di tanah air, serta akan didistribusikan di jaringan toko buku Gramedia.(*/yud)

Berita Terkait

Polri Siap Diterjunkan ke Arab Saudi, Perkuat Perlindungan Jemaah Haji Indonesia
Santunan Korban Kecelakaan Kereta Api Bekasi Tuntas: Ini Rinciannya
Kecelakaan Maut Bekasi: 14 Tewas, Korlantas Gunakan Teknologi Canggih Ungkap Detik-Detik Tabrakan
Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Masih Berjalan, RS Bhayangkara Terima 10 Jenazah
Rakernis Kortastipidkor Polri 2026 Dibuka, Kapolri Tekankan Penguatan Pemberantasan Korupsi
Tragedi KRL Bekasi, Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Meninggal
Wabup Sigi Ungkap Kunci Sukses Paskah Nasional V 2026, 25 Ribu Umat Hadir
Paskah Nasional V di Sigi: Dihadapan Ribuan Anak Muda Let Kol Sarimin Tegaskan Kita Lebih dari Pemenang

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:08 WITA

Polri Siap Diterjunkan ke Arab Saudi, Perkuat Perlindungan Jemaah Haji Indonesia

Kamis, 30 April 2026 - 07:41 WITA

Santunan Korban Kecelakaan Kereta Api Bekasi Tuntas: Ini Rinciannya

Rabu, 29 April 2026 - 21:24 WITA

Kecelakaan Maut Bekasi: 14 Tewas, Korlantas Gunakan Teknologi Canggih Ungkap Detik-Detik Tabrakan

Rabu, 29 April 2026 - 20:48 WITA

Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Masih Berjalan, RS Bhayangkara Terima 10 Jenazah

Rabu, 29 April 2026 - 20:37 WITA

Rakernis Kortastipidkor Polri 2026 Dibuka, Kapolri Tekankan Penguatan Pemberantasan Korupsi

Berita Terbaru

Exit mobile version