MANADO, Pilarportal.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Utara bergerak cepat melakukan pengamanan dan evakuasi warga menyusul cuaca ekstrem yang melanda Kota Manado, Sabtu (14/2/2026).
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air Sungai Sario meningkat drastis hingga meluap dan menggenangi permukiman warga di Kecamatan Sario.
Ketinggian air dilaporkan rata-rata mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan mengatakan, personel dari Polresta Manado dan Polsek Sario telah disiagakan sejak pukul 17.00 WITA untuk melakukan pemantauan sekaligus membantu proses evakuasi warga terdampak.
“Fokus utama kami adalah keselamatan warga. Personel di lapangan membantu evakuasi serta memastikan situasi tetap aman dan terkendali,” ujar Alamsyah.
Berdasarkan data sementara kepolisian, sedikitnya 175 rumah terdampak genangan air yang tersebar di enam kelurahan, yakni Sario Utara (32 rumah), Sario Tumpaan (31 rumah), Ranotana (30 rumah), Titiwungen Utara (28 rumah), Sario (28 rumah), dan Titiwungen Selatan (26 rumah).
Selain melakukan evakuasi, aparat kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada apabila hujan deras terus berlanjut.
Poskamling diminta kembali diaktifkan untuk memantau kenaikan debit air secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas, personel juga disiagakan menjaga rumah-rumah warga yang ditinggalkan mengungsi.
Saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah terdampak dilaporkan masih dalam kondisi kondusif.
Polda Sulut terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Manado dan BPBD guna memastikan kesiapan peralatan evakuasi serta logistik darurat apabila diperlukan penanganan lanjutan.
“Personel akan bersiaga 1 x 24 jam. Kami juga mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk deteksi dini dan pelaporan cepat terkait kondisi warga di lapangan,” tutupnya.












