Pilarportal.com — Sagihe – Setidaknya ada kurang lebih 700-an orang yang menggantungkan hidup sebagai buruh angkut di sejumlah pelabuhan yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pekerjaan buruh angkut di pelabuhan tentu memiliki resiko yang besar selain resiko sakit akibat kelelahan, resiko tertimpa barang muatan juga harus jadi tantangan para buruh, untuk itu jaminan terhadap tenaga kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan perlu terus diperhatikan.
Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Sangihe, dr. Rinny Tamuntuan mengungkapkan, pemerintah daerah akan memperpanjang BPJS Ketenagakerjaan para buruh angkut.
“Pasti BPJS Ketenagakerjaan ini juga akan di perpanjang mengingat pekerjaan mereka ini sangat-sangat beresiko,” ujarnya, saat di temui usai peringatan hari Buruh Internasional (May Day) di Kantor Unit Penyelenggara Pelayaran (KUPP) Kelas II Tahuna, Rabu (01/05).
Menurutnya, pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada para buruh yang tentu memiliki andil dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat di Sangihe.
“Pemerintah melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Ketenagakerjaan harus memberikan perhatian dan ini menjadi kewajiban serta tanggung jawab pemerintah apalagi pekerjaan mereka sangat membantu masyarakat,” tandasnya.
