Negara Hadir, Jasa Raharja Beri Perlindungan Tim Penyelam Evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pilarpirtal.com, Jakarta, – Jasa Raharja Group menunjukkan komitmen negara dalam menangani tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu, 2 Juli 2025.

Sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan, Jasa Raharja dan anak perusahaannya Jasaraharja Putera menyalurkan santunan bagi keluarga korban dan memberikan perlindungan asuransi kepada tim penyelam yang terlibat dalam proses evakuasi.

Hingga 8 Juli 2025, total 8 ahli waris korban telah menerima santunan meninggal dunia dengan rincian sebagai berikut:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • 6 korban dari Banyuwangi
  • 1 korban dari Probolinggo
  • 1 korban dari Klungkung

Setiap ahli waris menerima total Rp125 juta, terdiri dari:

  • Rp50 juta dari Jasa Raharja
  • Rp75 juta dari Jasaraharja Putera

Total santunan yang disalurkan mencapai Rp1 miliar.

“Penyerahan santunan ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam memberikan perlindungan dasar bagi masyarakat. Sesuai dengan UU No. 33 Tahun 1964, santunan ini adalah hak setiap penumpang yang sah,” ujar Rubi Handojo, Plt. Direktur Utama Jasa Raharja.

Perlindungan Asuransi untuk Tim Penyelam

BACA JUGA  PT Jasa Raharja Paparkan Kebijakan untuk Persiapan Pelaksanaan Ops Ketupat 2025

Selain kepada korban, 50 penyelam yang tergabung dalam Tim Penyelamat KMP Tunu Pratama Jaya juga mendapat jaminan asuransi:

  • Santunan kematian: Rp100 juta
  • Biaya perawatan: hingga Rp20 juta
  • Santunan cacat tetap: Rp100 juta

“Keselamatan penyelamat sama pentingnya dengan korban. Maka, kami wajib melindungi mereka yang bertugas di medan risiko tinggi,” tambah Rubi.

Jasa Raharja juga:

  • Menyalurkan bantuan logistik untuk keluarga korban di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.
  • Aktif dalam rapat Posko Gabungan bersama Basarnas, TNI, Polri, BMKG, ASDP, dan Pemda.
  • Melakukan pendataan korban melalui kolaborasi lintas wilayah (Jatim & Bali).
  • Terlibat dalam proses penyerahan jenazah kepada keluarga bersama Tim SAR Gabungan.

Proses identifikasi dilakukan di dua titik:

  • Pelabuhan ASDP Ketapang
  • Pelabuhan ASDP Gilimanuk

Tim memastikan pencocokan data manifest dengan laporan keluarga, perusahaan travel, dan truk pengangkut penumpang.

Negara Hadir Lindungi Rakyat

Melalui sinergi antara perlindungan sosial dan aksi nyata di lapangan, Jasa Raharja Group menegaskan bahwa negara hadir dalam setiap musibah transportasi.

“Kami hadir secara fisik dan finansial, sejalan dengan semangat pelayanan BUMN dan Asta Cita ke-8 Presiden Prabowo: *‘Negara harus melindungi rakyat dari hulu ke hilir’,” tutup Rubi.

Berita Terkait

Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional di Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan
Fashion Show dan UMKM Warnai Penutupan Persit Bisa 2 di Balai Kartini Jakarta
Ketua Persit PD XIII/Mdk Lely Mirza Semangati Anggota di Persit Bisa 2
Buronan Interpol Kasus Penipuan Online Ditangkap di Bandara Soetta
Kapolri Letakkan Batu Pertama Mapolda DIY, Usung Konsep Smart City Canggih
Desk Ketenagakerjaan Polri Jadi Garda Depan Perlindungan Buruh, Ini Kata Wakapolri
Buruh Apresiasi Kapolri atas Desk Ketenagakerjaan, Dinilai Bantu Selesaikan Masalah Pekerja
May Day 2026: Polri Jamin Aksi Buruh Aman, Tekankan Pendekatan Humanis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:14 WITA

Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional di Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan

Senin, 11 Mei 2026 - 07:21 WITA

Fashion Show dan UMKM Warnai Penutupan Persit Bisa 2 di Balai Kartini Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:08 WITA

Ketua Persit PD XIII/Mdk Lely Mirza Semangati Anggota di Persit Bisa 2

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:33 WITA

Buronan Interpol Kasus Penipuan Online Ditangkap di Bandara Soetta

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:11 WITA

Kapolri Letakkan Batu Pertama Mapolda DIY, Usung Konsep Smart City Canggih

Berita Terbaru