Pilarportal.com — Sangihe – Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde mengunjungi Kampung Para di Kecamatan Tatoareng dalam rangka kunjungan kerja sekaligus menghadiri kegiatan tradisional menangkap ikan menggunakan Seke Maneke, sebuah tradisi yang hampir punah.
Wounde mengaku terkesan dengan tradisi Seke Maneke yang memanfaatkan bahan-bahan alami seperti bambu dan janur. Menurutnya, tradisi ini memiliki potensi besar dalam menarik wisatawan serta mengangkat nama Kampung Para sebagai destinasi wisata yang unik.
“Luar biasa, ini sangat unik. Saya berharap tradisi ini terus dilestarikan. Dengan menampilkan kegiatan budaya seperti ini, kita bisa menghadirkan wisatawan dan menjadikan Kampung Para lebih dikenal,” ujar Wounde, Senin (17/6/2024).
Lebih lanjut, Wounde menekankan kebersihan lingkungan menjadi hal paling penting dalam upaya pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Pulau Para.
“Perlu kesadaran untuk menjaga lingkungan dari sampah. Meski saya lihat sudah cukup baik, namun masih ada sampah-sampah plastik yang bertebaran. Kita jaga bersama lingkungan kita agar pengembangan pariwisata di sini berkembang,” tambahnya.
Kegiatan Seke Maneke ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebangkitan kembali tradisi lokal.
“Tetapi juga menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin menikmati keunikan budaya dan keindahan alam Pulau Para,” ujarnya.
Lebih lanjut Woundepun meminta dukungan masyarakat untuk turut mendoakannya dalam berbagai upaya yang akan dilakukan kedepan termasuk memenuhi kebutuhan jaringan internet yang masih di keluhkan warga masyarakat Kampung Para.
Sambil meminta kesediaan masyarakat untuk terus berbenah sebagai Desa Wisata, antara lain memperhatikan kebersihan dan kenyamanan lingkungan, dari segi kesehatan.
“Serta membuat paket wisata yang dapat dikolaborasikan dengan pihak travel melalui paket wisata ataupun pihak-pihak yang menyewakan alat transportasi mengingat salah satu kendalanya terkait layanan transportasi,” kuncinya.
Sementara itu, Kapitalaung Kampung Para Elengkey Nesar menjelaskan, Seke Maneke adalah alat penangkap ikan yang terbuat dari bambu dan janur yang dianyam menggunakan rotan. Tradisi ini merupakan warisan budaya dari masyarakat Pulau Para yang pernah digunakan secara luas sebelum akhirnya tergerus oleh waktu sejak tahun 1980-an.
Ia sangat berterima kasih karena upaya untuk menghidupkan kembali tradisi ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Penjabat Bupati Sangihe.
“Bersyukur hari ini bisa melaksanakan kegiatan Seke. Seke ini sudah punah sebenarnya dan pada tahun ini kami berupaya untuk melaksanakannya lagi,” ujarnya.
Hadir pula dalam rangkaian acara Seke Maneke serta tatap muka dengan masyarakat pejabat yang mendampingi, yakni Sekretaris Daerah berserta beberapa pejabat lainnya, adapula perwakilan dari legislatif Benhur Takasihaeng, SE dan Ferdy Panca Sinedu, ST, Pejabat Dinas Pariwisata Provinsi dan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulut, Guru Besar Pariwisata Politeknik Negeri Manado, Prof Dr Dra Bet El Silisna Lagarense MM Tour, Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI).
